Peran Apoteker dalam Strategi Manajemen Pengobatan Penyakit Kronis (Diabetes  Hipertensi  Tiroid)
Online Event Selesai BERBAYAR

Peran Apoteker dalam Strategi Manajemen Pengobatan Penyakit Kronis (Diabetes Hipertensi Tiroid)

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka prevalensi dari diabetes di Indonesia menduduki angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 8.5%. Hal ini didukung oleh atlas diabetes IDF 2019 yaitu sekitar 29.1 juta penduduk di Indonesi...

Event Brief

Pendaftaran

23 Agt 2024 - 24 Agt 2024

Pelaksanaan

24 Agt 2024 08:00

Target Profesi

Apoteker, Tenaga Vokasi Farmasi

Program Pembelajaran

Pelatihan

Level Pembelajaran

Pemula

Peran Apoteker dalam Strategi Manajemen Pengobatan Penyakit Kronis (Diabetes  Hipertensi  Tiroid)
Event Selesai
Awal Pendaftaran

23 Aug 2024 17:00

Akhir Pendaftaran

24 Aug 2024 16:59

Mulai Event

24 Aug 2024 08:00

Selesai Event

24 Aug 2024 23:59

Format

Online

Target Profesi

Apoteker, Tenaga Vokasi Farmasi

Program Pembelajaran

Pelatihan

Cakupan & Mekanisme

|

Metode Pembelajaran

Online

Level Pembelajaran

Pemula

Biaya

BERBAYAR

<p>Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka prevalensi dari diabetes di Indonesia menduduki angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 8.5%. Hal ini didukung oleh atlas diabetes IDF 2019 yaitu sekitar 29.1 juta penduduk di Indonesia yang berusia produktif hingga senior (20 – 79 tahun) menderita prediabetes. Tidak hanya diabetes, penyakit gangguan tiroid turut serta mengambil peran dalam penyakit terbanyak di Indonesia. Penyakit gangguan tiroid yang pada umumnya menyerang lebih banyak perempuan ini merupakan penyakit dengan urutan kedua terbanyak setelah diabetes. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh IMS Health pada tahun 2015, Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di Asia Tenggara sebagai negara dengan gangguan tiroid terbanyak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 diperkirakan ada 4,2 juta orang yang menderita penyakit kardiovaskular di Indonesia. Prevalensinya meningkat dibandingkan pada tahun 2013, terutama soal masalah hipertensi yang berubah dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi sorotan karena merupakan salah satu faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Selain tekanan darah, denyut jantung juga merupakan salah satu hal penting untuk dimonitor.</p>