<p> Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai kondisi kegawatdaruratan, termasuk pada sistem penglihatan dan sistem pernapasan. Keterlambatan penanganan terhadap kegawatdaruratan mata dan gangguan pernapasan dapat menyebabkan dampak yang serius, mulai dari kecacatan permanen hingga kematian. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik oleh tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, diagnosis cepat, dan penanganan yang tepat terhadap kondisi kondisi tersebut, terutama di fasilitas kesehatan primer maupun rujukan.</p><p> Kegawatdaruratan mata pada anak, seperti trauma okular, infeksi akut, hingga kondisi serius seperti endoftalmitis atau glaukoma kongenital, seringkali tidak segera dikenali akibat keterbatasan komunikasi anak dan minimnya pengetahuan petugas medis di lini pertama. Begitu juga dengan kegawatdaruratan sistem pernapasan, seperti asma akut, obstruksi jalan napas, atau infeksi saluran napas bawah berat (seperti bronkopneumonia dan bronkiolitis), merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak.</p><p> Di sisi lain, fasilitas kesehatan, terutama di tingkat pelayanan dasar, sering kali menghadapi keterbatasan dalam hal sumber daya, pelatihan, maupun protokol penanganan kegawatdaruratan anak. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kebutuhan mendesak agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan menyelamatkan jiwa.</p><p> Melalui webinar ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan</p><p>keterampilan praktis terkait pengenalan dini, diagnosis, dan penatalaksanaan kegawatdaruratan mata dan pernapasan pada anak, sesuai dengan standar pelayanan kegawatdaruratan yang berlaku. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan terhadap anak di berbagai fasilitas kesehatan dapat meningkat dan angka kejadian komplikasi serius dapat ditekan.</p>