Event Selesai
Awal Pendaftaran
03 Aug 2025 17:00
Akhir Pendaftaran
22 Aug 2025 16:59
Mulai Event
24 Aug 2025 13:00
Selesai Event
24 Aug 2025 23:59
Format
Classical
Target Profesi
Dokter, Dokter Spesialis Anak
Program Pembelajaran
Pelatihan
Cakupan & Mekanisme
|
Metode Pembelajaran
Classical
Level Pembelajaran
Pemula, Menengah, Lanjut
Biaya
BERBAYAR
<p>Difteri dan tetanus merupakan dua penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri dan masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia, meskipun upaya pencegahan yang efektif telah tersedia. <strong>Difteri</strong>, disebabkan oleh <em>Corynebacterium diphtheriae</em>, menular melalui droplet pernapasan dan dapat membentuk pseudomembran tebal di tenggorokan yang menghalangi jalan napas serta melepaskan toksin berbahaya yang merusak jantung, saraf, dan ginjal. <strong>Tetanus</strong>, disebabkan oleh toksin neurotoksik kuat dari bakteri <em>Clostridium tetani </em>yang masuk melalui luka terkontaminasi, memicu kekakuan otot yang menyakitkan (trismus/rahang terkunci, opistotonus) dan kejang hebat yang dapat mengganggu pernapasan dan berakibat fatal. Kedua penyakit ini memiliki angka kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak dan individu yang tidak terlindungi. Ironisnya, difteri dan tetanus sebenarnya dapat dicegah secara efisien melalui <strong>imunisasi dasar dan lanjutan dengan vaksin kombinasi (seperti DPT, DT, Td, Tdap)</strong>.</p><p>Meskipun vaksinasi yang efektif telah tersedia selama beberapa dekade dan termasuk dalam program imunisasi dasar, kedua penyakit ini terus muncul, baik sebagai kasus sporadis maupun dalam bentuk wabah, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang tidak optimal atau pada populasi rentan. Ancaman potensial wabah di masa depan dan tantangan dalam manajemen klinis kasus yang kompleks—mulai dari diagnosis dini, pemberian antitoksin yang tepat waktu, penanganan komplikasi, hingga pengendalian infeksi—menegaskan perlunya kapasitas respons kesehatan masyarakat yang tangguh.</p><p>Workshop ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan praktis tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan ini, sekaligus membangun ketahanan sistem kesehatan untuk merespons ancaman pandemi di masa depan melalui pembelajaran dari pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) yang memiliki implikasi wabah serius seperti difteri dan tetanus.</p><p><br></p>