<p>Terapi nutrisi adalah aspek penting dalam perawatan pasien dengan penyakit kritis, karena membantu mendukung fungsi tubuh, mempercepat pemulihan, dan mengurangi komplikasi serta risiko kematian. Pasien di ICU, pasien perioperatif, pasien dengan sepsis, dan penderita tuberkulosis paru sering mengalami peningkatan kebutuhan energi akibat stres metabolik yang tinggi.</p><p><br></p><p>Di ICU, pasien menghadapi perubahan metabolisme drastis yang dapat menyebabkan malnutrisi dan kehilangan massa otot, sehingga pemberian nutrisi enteral atau parenteral harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien. Dalam konteks perioperatif, nutrisi yang tepat sebelum dan setelah operasi membantu mengurangi risiko komplikasi serta mempercepat pemulihan.</p><p><br></p><p>Pasien dengan sepsis mengalami gangguan metabolisme yang kompleks, sehingga terapi nutrisi diperlukan untuk menstabilkan metabolisme dan mendukung fungsi organ. Sementara itu, pasien tuberkulosis paru sering mengalami malnutrisi, yang dapat memperburuk kondisi klinis dan mengurangi efektivitas pengobatan. Oleh karena itu, intervensi nutrisi yang memadai, termasuk asupan tinggi protein dan kalori serta suplementasi vitamin dan mineral, menjadi bagian penting dalam perawatan mereka.</p><p><br></p><p>Secara keseluruhan, terapi nutrisi berbasis bukti sangat krusial dalam meningkatkan prognosis pasien dengan penyakit kritis, dan tenaga kesehatan, khususnya spesialis gizi klinik, memiliki peran strategis dalam perancangannya.</p>