MINI WORKSHOP - BONE MARROW PUNCTURE Angkatan 1
Classical Event Selesai BERBAYAR

MINI WORKSHOP - BONE MARROW PUNCTURE Angkatan 1

Pemeriksaan laboratorium terhadap sumsum tulang sangat penting dalam membuat klasifikasi, diagnosis, dan tindakan penatalaksanaan kondisi kelainan hematologi keganasan maupun non keganasan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui tindakan B...

Event Brief

Pendaftaran

11 Mei 2025 - 21 Mei 2025

Pelaksanaan

25 Mei 2025 11:00

Target Profesi

Dokter Spesialis Patologi Klinik

Program Pembelajaran

Workshop

Level Pembelajaran

Lanjut

MINI WORKSHOP - BONE MARROW PUNCTURE Angkatan 1
Event Selesai
Awal Pendaftaran

11 May 2025 17:00

Akhir Pendaftaran

21 May 2025 16:59

Mulai Event

25 May 2025 11:00

Selesai Event

25 May 2025 23:59

Format

Classical

Target Profesi

Dokter Spesialis Patologi Klinik

Program Pembelajaran

Workshop

Cakupan & Mekanisme

|

Metode Pembelajaran

Classical

Level Pembelajaran

Lanjut

Biaya

BERBAYAR

<p>Pemeriksaan laboratorium terhadap sumsum tulang sangat penting dalam membuat klasifikasi, diagnosis, dan tindakan penatalaksanaan kondisi kelainan hematologi keganasan maupun non keganasan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui tindakan <em>Bone Marrow Puncture</em>. Punksi Sumsum Tulang dapat dilakukan dengan panduan palpasi manual ataupun dengan panduan Computed Tomography (CT). Meskipun begitu, kedua metode ini memiliki Tingkat akurasi yang sama tinggi dan dengan komplikasi yang rendah.</p><p>Tindakan Punksi Sumsum Tulang dilakukan pada pasien rapat inap maupun rawat jalan dengan indikasi yang tepat. Tindakan ini diindikasikan pada kondisi yaitu (1) investigasi pada anemia yang tidak dapat dijelaskan, indkes eritrosit yang abnormal, sitopenia atau sitosis; (2) investigasi pada pasien dengan morfologi darah tepi yang abnormal yang dicurigai kelainan sumsum tulang; (3) diagnosis, staging dan follow up keganasan hematologi seperti leukemia, sindrom mielodisplasia, kelainan mieloproliferativ, limfoma, myeloma sel plasma; (4) investigasi pada pasien tersangka metastasis ke sumsum tulang;</p><p>(5) adanya lesi fokal tulang pada imaging yang tidak dapat dijelaskan; (6) organomegali yang tidak dapat dijelaskan atau adanya massa yang tidak dapat dibiopsi; (7) kultur mikrobiologis untuk investigasi demam yang tidak diketahui penyebabnya atau infeksi spesifik seperti tuberculosis milier, leshmania, malaria; (8) evaluasi Cadangan besi; (9) investigasi untuk kelainan Cadangan lipid atau glikogen; (10) menyingkirkan adanya penyakit hematologi pada donor yang potensial untuk transplantasi sel punca alogenik.</p><p>Punksi Sumsum Tulang dapat juga menimbulkan komplikasi, seperti perdarahan pasca tindakan. Apabila memilih sternum sebagai Lokasi pengambilan, maka harus berhati-hati terjadi perdarahan, tamponade jantung, dan kematian bila keliru dalam menusuk jarum. Infeksi lokal di area tusukan juga dapat terjadi namun dapat diminimalisir dengan Teknik yang steril.</p><p>Langkah prosedural yang tepat dalam melakukan Punksi Sumsum Tulang, dokter spesialis patologi klinik yang melakukan tindakan, serta bahan yang diperlukan sangat penting dalam proses pemeriksaan ini. Pemanaham mengenai indikasi, penanganan pra tindakan, dan komplikasi yang dapat terjadi juga sangat penting dalam prosedur ini. Semua komponen di atas perlu dipahami secara menyeluruh sebelum melakukan prosedur agar menghindari pengambilan sampel yang tidak memadai atau hasil yang justru merugikan bagi pasien. Selain itu tindakan yang dilakukan secara professional akan meningkatkan akurasi dalam diagnosis kondisi pasien.</p>