Optimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. Angkatan 1
Classical Event Selesai Gratis

Optimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. Angkatan 1

Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki permasalahan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Permasalah gizinya pun berbeda dengan negara maju, yaitu Indonesia memiliki masalah gizi ganda yang merupakan fenomena ironis, disaat...

Event Brief

Pendaftaran

13 Nov 2025 - 21 Nov 2025

Pelaksanaan

22 Nov 2025 09:00

Target Profesi

Bidan Vokasi Level 5, Bidan Profesi, Bidan Vokasi Level 6, Bidan Vokasi

Program Pembelajaran

Pelatihan

Level Pembelajaran

Pemula, Menengah, Lanjut

Optimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. Angkatan 1
Event Selesai
Awal Pendaftaran

13 Nov 2025 17:00

Akhir Pendaftaran

21 Nov 2025 16:59

Mulai Event

22 Nov 2025 09:00

Selesai Event

22 Nov 2025 23:59

Format

Classical

Target Profesi

Bidan Vokasi Level 5, Bidan Profesi, Bidan Vokasi Level 6, Bidan Vokasi

Program Pembelajaran

Pelatihan

Cakupan & Mekanisme

|

Metode Pembelajaran

Classical

Level Pembelajaran

Pemula, Menengah, Lanjut

Biaya

Gratis

<p> Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki permasalahan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Permasalah gizinya pun berbeda dengan negara maju, yaitu Indonesia memiliki masalah gizi ganda yang merupakan fenomena ironis, disaat tingginya kasus gizi buruk disisi lain terdapat kasus gizi lebih. Gizi kurang atau malnutrisi adalah kondisi kekurangan gizi akibat jumlah konsumsi mikronutrien dan makronutrien tidak mencukupi, yang tentu saja akan mempengaruhi kondisi keseimbangan mikro dan makronutrien. Salah satu penyebabnya adalah malabsorpsi (misal fibrosis kistik) yaitu ketidak mampuan mengonsumsi nutrient. Malnutrisi dapat menyebabkan penyakit seperti skorbut (malnutrisi akibat kekurangan asupan vitamin C dalam diet) atau obesitas (malnutrisi akibat asupan energi yang berlebihan)</p><p> Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Menurut Bloem (2013), penyebab terjadinya stunting adalah malnutrisi yang menyangkut berbagai aspek yaitu asupan gizi tidak adekuat, kesulitas akses terhadap pangan yang sehat, kurangnya perhatian dan fasilitas kesehatan bagi ibu dan anak, kurangnya pengetahuan, sampai pada aspek social, ekonomi dan politik sebagai aspek-aspek mendasar. Selai itu kegagalan pertumbuhan 2 disebabkan oleh tidak memadainya asupan dari salah satu atau lebih zat gizi termasuk energi, protein atau makronutrien seperti besi (Fe), seng (Zn), fosfor (P), vitamin D, vitamin A, vitamin C. Kekurangan zat gizi makro (E, P) dan gizi mikro (Fe, Zn) terutama pada masa pertumbuhan akan mengganggu proses pertumbuhan seorang anak yang berdampak pada stunting. Faktor-faktor yang mempengaruhi asupan protein dan Fe dapat dilihat dari konsumsi makanannya sehari-hari dan kebiasaan makan. Masalah kekurangan asupan zat gizi banyak terdapat didaerah terpencil yang disebabkan oleh pengetahuan gizi kurang dimengerti makan banyak jenis-jenis bahan makanan yang ada di daerah tersebut tidak dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh anak. Protein merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang selalu terjadi didalam tubuh, pada masa pertumbuhan. Protein mempunyai fungsi khas dan tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Untuk menuntaskan masalah gizi kurang khususnya pada anak usia sekolah, diperlukan pendidikan gizi ibu . Pendidikan gizi ibu adalah pendekatan edukatif untuk menghasilkan perilaku individu atau masyarakat yang diperlukan dalam meningkatkan perbaikan pangan dan status&nbsp;gizi. Kegiatan&nbsp;pendidikan sangat&nbsp;efektif untuk merubah pengetahuan dan sikap anak terhadap makanan, tetapi kurang untuk merubah praktek</p><p>makan.</p>