<p>Kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan rumah sakit maupun di masyarakat. Penanganan awal yang cepat dan tepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat meningkatkan angka keselamatan pasien secara signifikan. Tenaga kesehatan maupun non-kesehatan perlu memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam melakukan resusitasi jantung paru (RJP), penggunaan AED, serta penanganan henti napas dan henti jantung. Oleh karena itu, RSU Rasyida Siantar memandang perlu untuk menyelenggarakan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) guna meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.</p><p><br></p>