Event Selesai
Awal Pendaftaran
30 Jun 2025 17:00
Akhir Pendaftaran
02 Aug 2025 16:59
Mulai Event
02 Aug 2025 07:00
Selesai Event
02 Aug 2025 23:59
Format
Online
Target Profesi
Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis, Ners
Program Pembelajaran
Workshop
Cakupan & Mekanisme
|
Metode Pembelajaran
Online
Level Pembelajaran
Pemula
Biaya
BERBAYAR
<p> Perawatan luka diabetes merupakan salah satu kompetensi krusial dalam praktik keperawatan modern, mengingat meningkatnya angka kejadian diabetes mellitus secara global, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dalam jumlah penderita diabetes, dengan lebih dari 19 juta kasus pada tahun 2021 dan diperkirakan terus meningkat dalam dekade mendatang (IDF, 2021). Komplikasi berupa luka diabetes, khususnya ulkus kaki diabetik (diabetic foot ulcer), menjadi penyebab utama rawat inap, morbiditas, amputasi, bahkan kematian (Zhao et al., 2023).</p><p> Luka diabetes bukan sekadar luka biasa—penanganannya membutuhkan pendekatan yang tepat, terstandar, dan berbasis bukti ilmiah (<em>evidence-based practice</em>). Kondisi pasien yang kompleks menuntut perawat memiliki keterampilan klinis tingkat lanjut, berpikir kritis, serta kemampuan untuk mengintegrasikan perawatan fisik, psikologis, dan edukatif. Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan jumlah perawat yang kompeten dalam perawatan luka, rendahnya literasi masyarakat tentang manajemen luka kronis, serta minimnya dukungan sistem terhadap praktik keperawatan mandiri (Barker & Beresford, 2021).</p><p> Dalam konteks inilah, perawat dituntut untuk tidak hanya berperan sebagai pelaksana layanan kesehatan, tetapi juga sebagai inovator, pendidik, dan agen perubahan. Salah satu pendekatan strategis yang kini semakin relevan adalah konsep <strong>nursepreneur</strong>, yaitu perawat yang menggabungkan kompetensi klinis dengan semangat kewirausahaan (<em>entrepreneurial spirit</em>) untuk menciptakan layanan keperawatan yang mandiri, inovatif, dan berdampak sosial (Simmons, 2022). Nursepreneurship dalam perawatan luka diabetes tidak hanya membuka peluang baru dalam praktik klinis, tetapi juga memperkuat posisi perawat sebagai penyedia layanan kesehatan profesional yang berdaya saing tinggi.</p><p> Menurut studi oleh Weston dan Roberts (2020), nursepreneurship memberikan dampak positif pada peningkatan mutu layanan kesehatan komunitas, pemberdayaan ekonomi perawat, serta memperluas jangkauan layanan bagi pasien kronis yang tidak terlayani optimal oleh sistem konvensional. Selain itu, transformasi layanan kesehatan nasional di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penguatan praktik kolaboratif antardisiplin (IPE/IPCP) menempatkan perawat dalam posisi strategis sebagai pemimpin layanan berbasis komunitas dan homecare.</p><p>Melalui workshop ini, peserta akan memperoleh penguatan kapasitas dalam aspek <strong>klinis</strong> dan <strong>entrepreneurial</strong>, termasuk teknik perawatan luka diabetes terkini, strategi membangun praktik mandiri, pemahaman aspek regulasi dan etika, serta berbagi pengalaman dari para nursepreneur sukses di bidang perawatan luka. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga sebuah upaya memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas layanan berbasis bukti, dan membangun jaringan kolaboratif untuk mendorong kemandirian perawat Indonesia di era disrupsi dan digitalisasi layanan kesehatan.</p>