Workshop Funduscopy ( 1st International North Sumatera Ophthalmology Meeting (INSOM) ) Angkatan 1
Classical Event Selesai BERBAYAR

Workshop Funduscopy ( 1st International North Sumatera Ophthalmology Meeting (INSOM) ) Angkatan 1

Kebutaan merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu tetapi juga memberikan dampak pada sosial dan ekonomi masyarakat. Hilangnya kemampuan melihat secara permanen mengakibatkan damp...

Event Brief

Pendaftaran

02 Jun 2025 - 19 Jul 2025

Pelaksanaan

19 Jul 2025 09:15

Target Profesi

Dokter

Program Pembelajaran

Workshop

Level Pembelajaran

Pemula, Menengah, Lanjut

Workshop Funduscopy ( 1st International North Sumatera Ophthalmology Meeting (INSOM) ) Angkatan 1
Event Selesai
Awal Pendaftaran

02 Jun 2025 17:00

Akhir Pendaftaran

19 Jul 2025 16:59

Mulai Event

19 Jul 2025 09:15

Selesai Event

19 Jul 2025 23:59

Format

Classical

Target Profesi

Dokter

Program Pembelajaran

Workshop

Cakupan & Mekanisme

|

Metode Pembelajaran

Classical

Level Pembelajaran

Pemula, Menengah, Lanjut

Biaya

BERBAYAR

<p>Kebutaan merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu tetapi juga memberikan dampak pada sosial dan ekonomi masyarakat. Hilangnya kemampuan melihat secara permanen mengakibatkan dampak dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga interaksi sosisal sehari-hari.</p><p>Secara umum, penyebab kebutaan diseluruh dunia bersifat multifaktorial, namun beberapa kondisi mendominasi sebagai kontributor utama. Penyebab utama kejadian kebutaan di dunia dan di Indonesia adalah katarak.</p><p>Menurut data <em>World Health Organization </em>(WHO) terjadi peningkatan penderita katarak baru sekitar 2 juta setiap tahunnya. Data prevalensi katarak di Indonesia menurut Riskesdas 2018 adalah sebesar 1,8%. Di Indonesia sedang diperkirakan terjadi peningkatan penderita katarak sebanyak 200.000 per tahun. Katarak yang tidak ditangani dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular, yang jika dibiarkan dapat memicu terjadinya glaukoma sekunder.</p><p>Sementara itu, Glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan di dunia setelah katarak, dimana terjadi kerusakan saraf optik dan gangguan lapangan pandang dengan peningkatan tekanan intraokuli sebagai faktor resiko utama.</p><p>Glaukoma menyumbang 12,3 % dari total kasus kebutan. Di dunia dari 39 juta kasus kebutaan, sebanyak 3,2 juta disebabkan oleh karena glaukoma. Di Indonesia, 4-5 dari 1.000 orang menderita glaukoma. Menurut data Dinkes Sumut tahun 2022 menyebutkan prevalensi glaukoma sudut terbuka mengalami peningkatan sebesar 2,5 % dan prevalensi glaukoma sudut tertutup mengalami peningkatan 1,5%.</p><p><br></p>